Jumat, 17 Januari 2014

ILMU SOSIAL DASAR

A.    PERTENTANGAN SOSIAL dan INTEGRASI MASYARAKAT

1.      Perbedaan Kepentingan, Prasangka, Diskriminasi, dan Ethosentris
Kepentingan merupakan dasar yang timbul dari tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Secara psikologis ada 2 macam jenis kepentingan dalam diri individu, yaitu, kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan biologis.
Prasangka merupakan dasar pribadi dari seseorang yang setiap orang memilikinya. Prasangka selalu ada pada mereka yang berpikirnya sederhana dan masyarakat yang tergolong cendekiawan, sarjana, dan pemimpin.
Diskriminasi merupakan tindakan yang dapat merugikan pertumbuhan, perkembangan, dan bahkan integrasi masyarakat. Dalam kaitan denga dasar kebutuhan pribadi, diskriminasi menunjukkan pada aspek-aspek tindakan.
Ethosentris merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri dan ajarkan kepada anggota kelompok secara sadar atau tidak, bersama-sama dengan nilai kebudayaan.

2.      Pertentangan Sosial dalam Masyarakat
Pertentangan sosial merupakan suatu kegiatan yang menentang ilmu-ilmu sosial yang terjadi karena kesalah pahaman. Contoh yang paling sering kita jumpai adalah tawuran, tawuran yang terjadi biasanya di dasari oleh keinginan berkuasa atas suatu tempat atau suatu barang bahkan orang. Contoh lainnya seperti kerusuhan, perang antar suku dan masih banyak lagi.

3.      Pengertian Integrasi Sosial dan Integrasi Nasional
Integrasi berasal dari bahasa inggris yaitu integration yang artinya kesempurnaan atau keseluruhan. Maka integrasi sosial merupakan proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Sedangkan integrasi nasional merupakan penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.

4.      Contoh Kasus tentang Integrasi Sosial
Perbedaan pendapat dan keyakinan merupakan penyebab timbulnya kasus integrasi sosial. Contoh kasusnya seperti bom di Solo kasus tersebut membuat kaget seluruh masyarakat Indonesia,  kejadian ini membuat persaudaraan antar umat beragama berjalan kurang baik dan seharusnya pemerintah bertindak lebih tegas lagi dalam menangani hal ini. Keamanan harus lebih ditingkatkan kembali dan masing-masing dari individu juga harus memiliki solidaritas dan tenggang rasa yang tinggi antar masyarakat, sehingga kejadian seperti ini seharunya dapat dihindarkan.

5.      Contoh Kasus tentang Integrasi Nasional
Perbedaan suku, ras, dan budaya merupakan penyebab timbulnya kasus integrasi nasional. Contoh kasusnya seperti perang antar kelompok yang terjadi kembali di Jayapura, kejadiin ini membuat dua kelompok terlibat pertikaian hanya karena honai milik salah satu kelompok dibakar, dari pertikaian tersebut terdapat korban terkena panah sekitar 21 orang.

B.     ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, dan KEMISKINAN
1.      Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan merupakan suatu pangkal tumpuan yang sistematis, mentoris, rasional, empiris, umum dan akumulatif. Jadi ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai sebuah dasar atau bekal bagi seseorang yang ingin mencapai suatu tujuan yang diharapkannya. Tanpa ilmu pengetahuan, manusia tidak bisa mencapai apa yang mereka inginkan  karena ilmu pengetahuan memberikan ilmu-ilmu kepada setiap manusia untuk melakukan sesuatu.

2.      Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada. Teknologi digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi.

3.      Ciri-ciri Fenomena Teknik dalam Masyarakat
Fenomena teknik dalam masyarakat menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Rasionalistas, artinya tindakan spontan olehnteknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2)      Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3)      Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis
4)      Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5)      Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6)      Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7)      Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri

4.      Ciri-ciri Teknologi Barat
1)      Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja, dan lain-lain. Sehingga lebih akrab dengan kaum elit daripada dengan buruh itu sendiri
2)      Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan
3)      Kosmologi atau pandangan teknologi barat adalah menganggap dirinya sebagai pusat yang lain

5.      Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

6.      Ciri-ciri Manusia yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan
Manusia yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu:
1)      Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, dan keterampilan
2)      Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha
3)      Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4)      Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5)      Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan

7.      Fungsi Kemiskinan
Jika kita menganut teori fungsionalis dan statistika (Davis), maka kemiskinan memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut:
1)      Fungsi ekonomi: penyediaan dana untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial, membuka lapangan pekerjaan baru dan memanfaatkan barang bekas
2)      Fungsi sosial: menimbulkan altruisme dan perasaan, sumber imajinasi kesulitan hidup bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang munculnya badan amal
3)      Fungsi kultural: sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antara sesama manusia
4)      Fungsi politik: sebagai kelompokn gelisah atau masyarakat marginal untuk saling bersaing bagi kelompok lain

C.       AGAMA DAN MASYARAKAT
1.      Fungsi Agama dalam Masyarakat
Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul dimasyarakat yang tidak dapat dipecahkan secara empiris karena adanya keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut:
1)        Fungsi Edukatif
2)        Fungsi Penyelamat
3)        Fungsi Pengawalan Sosial
4)        Fungsi Memupuk Persaudaraan
5)        Fungsi Transformatif

2.      Dimensi Komitmen Agama
1)        Dimensi Ritual
Dimensi ritual dapat menjelaskan komitmen keagamaan melalui tingkah laku yang diharapkan akan muncul pada diri manusia yang menyatakan keyakinan mereka pada agama yang mereka anut.
2)        Dimensi Keyakinan
Dimensi keyakinan merupakan dimensi yang paling mendasar dari agama karena menjelaskan seberapa besar manusia memegang kepercayaan terhadap agama yang dianut dan menerima hal-hal yang teologis yang ada didalam agama mereka.
3)        Dimensi Pengetahuan
Dimensi pengetahuan adalah dimensi yang menjelaskan tentang seberapa jauh seseorang mengenal dan mengetahui hal-hal mengenai agama yang mereka yakini seperti latar belakang ajaran agama tersebut.
4)        Dimensi Perasaan
Dimensi perasaan menjelaskan tentang dunia mental dan emosional seseorang dan keinginan untuk mempercayai suatu agama serat takut bila tak menjadi orang yang beragama.
5)        Dimensi Konsekuensi
Dimensi konsekuensi menjelaskan tentang tingkah laku seseorang, tapi berbeda dengan dimensi ritual karena tingkah laku yang dimaksud adalah hal-hal yang terjadi didalam kehidupan sehari-hari dan muncul akibat motivasi dari agama mereka. 
3.      Tiga Tipe Kaitan Agama dengan Masyarakat
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, meskipun tidak menggambarkan sebenernya secara utuh (Elizabeth K. Nottingham, 1954):
1)        Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral atau masyarakat yang terisolasi
2)        Masyarakat-masyarakat pra-industri yang sedang berkembang yang tak terisolasi
3)        Masyarakat yang bisa terisolasi dan bisa juga tak terisolasi
4.      Definisi Pelembagaan Agama
Lembaga agama adalah suatu organisasi yang disahkan oleh pemerintah dan berjalan menurut keyakinana yang dianut oleh masing-masing agama. Penduduk indonesia pada umumnya telah menjadi penganut formal salah satu dari lima agama resmi yang diakui pemerintah. Lembaga-lembaga keagamaan patut bersyukur atas kenyataan itu, namun nampaknya belum bisa berbangga karena perpindahan penganut agama suku ke salah satu agama resmi itu banyak yang tidak murni.
5.      Contoh Kasus Konflik tentang Agama yang Ada dalam Masyarakat
Konflik Maluku, Poso, ditambah sejumlah kasus terpisah diberbagai tempat dimana kaum muslim terlibat konflik secara langsung dengan umat kristen adalah sejumlah contoh konflik yang banyak dipicu oleh perbedaan konsep diantara kedua agama ini. Perang salib (1096-1271) antara umat kristen eropa dan islam, mengusir dinasti islam terakhir di Spanyol, adalah konflik antara islam dan kristen yang terbesar sepanjang sejarah. Catatan ini, mungkin akan bertambah panjang, jika intervensi barat (Amerika dan sekutu-sektunya) didunia islam dilampirkan pula disini. Kasus-kasus ini merupakan contoh dari tidak adanya saling menghargai dan toleransi sesama umat beragama. Seharusnya kasus konflik seperti ini tidak terjadi lagi dalam era modern seperti sekarang. Hal ini hanya akan menimbulkan hambatan-hambatan dalam kehidupan masing-masing masyarakat, dimana seharusnya masyarakat saling membantu untuk memajukan bangsu, bukan saling menghancurkan. Sesungguhnya sikap yang seperti ini hanya akan memperburuk keadaan bangsa.
SUMBER:
http://msibki3.blogspot.com/2013/03/konflik-agama-agama-di-indonesia.html

Rabu, 04 Desember 2013

ILMU SOSIAL DASAR

A.     WARGANEGARA DAN NEGARA
1.     Pengertian Hukum
Hukum merupakan suatu sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia dapat terkontrol. Hukum juga dapat diartikan sebagai peraturan atau ketentuan-ketentuan tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sanksi bagi pelanggarnya.
2.     Sifat dan Ciri-ciri Hukum
·        Sifat Hukum
1)       Mengatur
Hukum memuat peraturan-peraturan berupa perintah dan larangan yang mengatur tingkah laku manusia dalam bermasyarakat demi terciptanya ketertiban.
2)       Memaksa
Hukum dapat memaksa anggota masyarakat untuk mematuhinya, apabila melanggar hukum akan menerima sanksi tegas.
·          Ciri-ciri Hukum
1)       Adanya perintah dan larangan, artinya peraturan hukum itu mungkin saja berupa perintah dan mungkin pula berupa larangan, atau mungkin kedua-duanya.
2)       Adanya keharusan untuk menaati peraturan hukum, kewajiban ini berlaku bagi siapa saja.


3.     Pengertian Negara
Negara merupakan badan tertinggi yang memiliki wewenang untuk mengatur perihal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat serta memiliki kewajiban untuk mensejahterakan, melindungi, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
4.     Tugas Utama Negara
1)    Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala yang saling bertentangan agar tidak berkembang menjadi antagonisme yang berbahaya.
2)    Mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah terciptanya tujuan seluruh masyarakat.
5.     Sifat Negara, Bentuk Negara, dan Unsur Negara
·        Sifat Negara
1)      Sifat Memaksa
Negara dapat memaksakan kehendaknya melalui hukum ataupun kekuasaan. Negara memiliki kekuasaan memaksa agar masyarakat tunduk dan patuh terhadap negara tanpa tidak ada pemaksaan fisik.
2)      Sifat Monopoli
Negara menetapkan tujuan bersama dalam masyarakat, negara juga dapat menguasai hal-hal sumberdaya untuk kepentingan orang banyak dan negara mengatasi paham individu dan kelompok.


3)      Sifat Totalitas
Semua hal tanpa pengecualian menjadi kewenangan negara.
·        Bentuk Negara
1)      Negara Kesatuan
Negara yang kekuasaannya untuk mengurus seluruh pemerintahan pemerintahan yang ada ditangan pemerintah pusat atau bisa juga negara yang pemerintah pusatnya memegang kedaulatan sepenuhnya baik kedalam maupun keluar.
2)      Negara Serikat
Negara yang terdiri dari beberapa negara bagian dengan pemerintahan pusat yang menyelenggarakan kedaulatan keluar, sedangkan kedaulatan kedalam tetap ada pada pemerintahan negara bagian.
·          Unsur Negara
1)      Penduduk
Penduduk merupakan warga negara yang memiliki tempat tinggal dan memiliki kesepakatan diri untuk bersatu.
2)      Wilayah
Wilayah merupakan daerah tertentu yang dikuasai dari sebuah kedaulatan.
3)    Pemerintahan
Pemerintahan merupakan unsur yang memegang kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan.
6.     Pengertian Warganegara
Warganegara merupakan anggota dari suatu negara yang bersifat resmi atau ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan warga negara sudah pasti merupakan anggota negara tersebut.
7.     Dua Kriteria Menjadi Warganegara
·        Kriteria kelahiran menurut asas keibubapaan
Didalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraan suatu negara berdasarkan asas kewarganegaraan oarangtuanya dimanapun ia dilahirkan.
·        Kriteria kelahiran menurut asas tempat kelahiran
Didalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraan berdasarkan negara tempat dimana ia dilahirkan, meskipun orangtuanya bukan warga negara dari negara tersebut.
8.     Hak dan Kewajiban
Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tak dapat dipisahkan, tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Untuk mencapai keseimbangan yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara kita harus mengetahui hak dan kewajiban seperti yang tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera.



B.     PELAPISAN SOSIAL DAN PERSAMAAN DERAJAT
1.     Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi rendahnya suatu kedudukan seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Yang menentukan tinggi rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh macam-macam perbedaan, seperti kekayaan dibidang ekonomi, nilai-nilai sosial, dan kekuasaan dan wewenang.
2.     Menjelaskan Terjadinya Pelapisan Sosial
Terjadinya pelapisan sosial dibagi menjadi 2, yaitu:
1)      Terjadi dengan sendirinya
   Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
2)           Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
3.     Pengertian Kesamaan Derajat
Kesamaan Derajat merupakan sifat perhubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakatnya yang umumnya simbolis, artinya sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintahan negara dan kepada sesama masyarakat.
4.     Pasal dalam UUD 1945 Tentang Persamaan Hak
1)    Pasal 27
a.       Ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki waga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan.
b.       Ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
2)       Pasal 28
Ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3)       Pasal 29
a.       Ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.
4)       Pasal 31
a.       Ayat 1 dan 2, mengatur hak asasi mengenai pengajaran.



C.     MASYtARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
1.       Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal disuatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan kelompok atau kumpulan manusia tersebut.
2.       Syarat-syarat Masyarakat
1)            Ada sistem tindakan utama
2)            Saling setia pada sistem tindakan utama
3)            Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota
4)           Sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran atau reproduksi manusia
5)           Sejumlah manusia yang hidup bersama-sama dalam waktu yang relatif lama
6)           Merupakan satu kesatuan
7)           Merupakan suatu sistem hidup bersama
3.       Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan merupakan sekumpulan orang yang hidup dan bersosialisasi di daerah yang mungkin bisa dikatakan lebih maju dan lebih modern dan mudah untuk mendapat suatu hal yang dicita-citakan.



4.       Hubungan Desa dan Kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada kebutuhan warganya yang harus dipenuhi seperti bahan pangan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu dikota.
Hubungan desa kota cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menetukan kehidupan pedesaan.
5.       Lima Unsur Lingkungan Perkotaan
1)      Wisma: unsur ini merupakan bagian ruang kota yang digunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekitarnya dan untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.
2)      Karya: unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
3)      Marga: unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempata lainnya didalam kota.
4)      Suka: unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan, dan kesenian.
5)      Penyempurna: unsur ini merupakan bagian terpenting dari suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup kedalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasilitas keagamaan, perkuburan kota, dan jaringan utilitas kota.
6.       Fungsi Eksternal Kota
1)    Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
2)    Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
3)    Pusat dan wadah kegiatan ekspor
4)    Simpul komunikasi regional atau global
5)    Satuan fisik infrastruktural yang terkait dengan arus regional atau global
7.       Pengertian Desa
Desa merupakan perwujudan atau satuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat disuatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
8.       Ciri-ciri Desa
1)      Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal anatara ribuan jiwa
2)      Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
3)      Cara berusaha adalah agrasi yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam
9.       Ciri Masyarakat Pedesaan
1)      Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan, dan kemesraan.
2)      Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas.
3)      Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada huungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerha tertentu.
4)      Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah menjadi kebiasaan atau keturunan.
5)      Kekabaran merupakan suatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit.











10.  Perbedaan Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa
Masyarakat Pedesaan
Masyarakat Kota
>Perilaku homogen
>Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan  
>Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
>Isolasi sosial, sehingga statik
Kesatuan dan keutuhan kultural

Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
>Kolektivisme
>Perilaku heterogen



>Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
>Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
>Mobilitas sosial, sehingga dinamik
Kebauran dan diversifikasi kultural
Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular  >Individualisme

SUMBER: