Selasa, 31 Maret 2015

STUDI KASUS MENGENAI LINGKUNGAN SESUAI DENGAN PERUNDANG-UNDANGAN

Dewasa ini masih saja terdapat beberapa pihak yang melakukan pencemaran lingkungan hidup, salah satunya yang dilakukan oleh pabrik PT Marimas di Semarang. Menurut warga, Pabrik PT Marimas telah mencemari aliran sungai disekitar pabrik selamat 2 sampai 3 tahun terakhir. Pencemaran semakin parah karena saluran pembuangan limbah jebol, yang mana mengakibatkan bau menyengat yang berasal dari pembuangan limbah tersebut. Selain mencemari lingkungan, kini warga kesulitan untuk mencari air bersih karena limbah telah bercampur dengan air sumur.  Pencemaran tersebut telah melanggar ketentuan dalam Pasal 69 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mana setiap orang dilarang untuk:
a.  Melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.
b. Memasukkan B3 yang dilarang menurut peraturan perundang-undangan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c.  Memasukkan limbah yang berasal dari luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ke media lingkungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d.   Memasukkan limbah B3 ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
e.    Membuang limbah ke media lingkungan hidup.
f.     Membuang B3 dan limbah B3 ke media lingkungan hidup.
g.  Melepaskan produk rekayasa genetika ke media lingkungan hidup yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau izin lingkungan.
h.   Melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
i.     Menyusun amdal tanpa memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal.
j. Memberikan informasi palsu, menyesatkan, menghilangkan informasi, merusak informasi, atau memberikan keterangan yang tidak benar
Dapat disimpulkan bahwa pabrik PT Marimas telah melanggar beberapa ketentuan dalam pasal 69 UU No. 32 Tahun 2009. Maka pihak dari pabrik PT Marimas harus melakukan penanggulangan dan pemulihan terhadap lingkungan yang sudah tercemar oleh limbah pabrik tersebut. Sebagaimana yang diatur dalam pasal 53 UU No. 32 Tahun 2009, setiap orang yang melakukan pencemaran lingungan hidup wajib melakukan penanggulangan lingkungan hidup yang dilakukan dengan:
a.         Pemberian informasi peringatan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup kepada masyarakat.
b.        Pengisolasian pencemaran dan kerusakan lingkungan.
c.         Peghentian sumber pencemaran dan kerusakan lingkungan.
d.        Cara lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Apabila tahap penanggulangan lingkungan hidup telah dilaksanakan maka pihak yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup wajib untuk melakukan pemulihan lingkungan hidup sebagaimana yang diatur dalam pasal 54 UU No. 32 Tahun 2009, dilakukan dengan tahapan:
a.         Penghentian sumber pencemaran dan pembersihan unsur pencemaran.
b.        Remediasi
c.         Rehabilitasi
d.        Restorasi
e.         Cara lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk mencegah pencemaran lingkungan hidup maka dibutuhkanlah pengelolaan limbah yang baik dan benar, pengelolaan limbah diatur dalam pasal 59 UU No. 32 Tahun 2009 mengenai pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, yang dilakukan dengan:
a. Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.
b. Dalam hal B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) telah kedaluwarsa, pengelolaannya mengikuti ketentuan limbah B3.
c.  Dalam hal setiap orang tidak mampu melakukan sendiri pengelolaan limbah B3, pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain.
d. Pengelolaan limbah B3 wajib mendapat izin dari Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya.
e. Menteri, Gubernur, Buapti/Walikota wajib mencantumkan persyaratan lingkungan hidup yang harus dipenuhi dan kewajiban yang harus dipatuhi pengelola limbah B3 dalam izin.
f.   Kepuasan pemberian izin wajib diumumkan.
g. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelola limbah B3 diatur dalam Peraturan Pemerintah
SUMBER:http://cahyongambut.blogspot.com/2015/03/kerusakan-lingkungan-studi-kasus-dan.html

STUDI KASUS MENGENAI LINGKUNGAN DAN PENANGGULANNYA

PT. Newmont Minahasa Raya merupakan perusahaan pertambangan yang berkerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka Penanaman Modal Asing. Markas Induk PT. NMR, selanjutnya dikenal dengan Newmont Gold Company (NGC) berada di Denver, Colorado, Amerika Serikat. NGC menempati posisi lima produsen emas dunia. Selain PT. NMR, di Indonesia perusahaan ini juga berkegiatan di Sumbawa, Nusa Tengara Barat dengan nama PT. Newmont Nusa Tenggara. Proyek Newmont antara lain tersebar di Kazakhtan, Kyryzstan, Uzbekistan, Peru, Brasilia, Myanmar dan Nevada.
PT. NMR menandatangani kontrak karya dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 6 November 1986 melalui surat persetujuan Presiden RI No. B-3/Pres/11/1986. Jenis bahan galian yang diijinkan untuk di olah adalah emas dan mineral lain kecuali migas, batubara, uranium, dan nikel dengan luas wilayah 527.448 hektar untuk masa pengolahan selama 30 tahun terhitung mulai 2 Desember 1986. Tahap produksi diawali pada Juli 1995 dan pengolahan bijih dimulai Maret 1996. Dalam tahap eksplorasi, PT. NMR menemukan deposit emas pada tahun 1988. Kemudian kegitan penambangan akan direncanakan dengan luas 26.805,30 hektar yang akan dilakukan di Messel, Ratatotok kecamatan Ratatotok kabupaten Minahasa yang berjarak 65 mil barat daya Manado atau 1.500 mil timur laut Jakarta.
Pencemaran dan Dampak akibat kegiatan penambangan PT. NMR terjadi mulai tahun 1996–1997 dengan 2000-5000 kubik ton limbah setiap hari di buang oleh PT. NMR ke perairan di Teluk buyatyang di mulai sejak Maret 1996. Menurut PT. NMR, buangan limbah tersebut, terbungkus lapisan termoklin pada kedalaman 82 meter. Nelayan setempat sangat memprotes buangan limbah tersebut. Apalagi diakhir Juli 1996, nelayan mendapati puluhan bangkai ikan mati mengapung dan terdampar di pantai. Kematian misterius ikan-ikan ini berlangsung sampai Oktober 1996. Kasus ini terulang pada bulan juli 1997. Kematian ikan-ikan yang mati misterius ini, oleh beberapa nelayan dan aktivis LSM di bawa ke laboratorium Universitas Sam Ratulangi Manado dan Laboratorium Balai Kesehatan Manado, tetapi kedua laboratorium tersebut menolak untuk meneliti penyebab kematian ikan-ikan tersebut. Hal yang sama PT. NMR berjanji untuk membawa contoh ikan mati tersebut ke Bogor dan Australia untuk diteliti tetapi dalam kenyataannya penyebab kematian dan terapungnya ratusan ikan tersebut belum pernah di sampaikan pada masyarakat. Padahal PT. NMR sendiri, mulai melakukan analisis dalam daging dan hati beberapa jenis ikan di Teluk buyatsejak 1 November 1995. Ini rutin tercatat setiap bulannya.
Pada tanggal 19 juni 2004, Yayasan Suara Nurani (YSN) dengan dr. Jane Pangemanan, Msi bersama-sama dengan 8 mahasiswa Pasca Sarjana Kedokteran jurusan Kesehatan Masyarakat melalui Program Perempuan, melaksanakan kegiatan program pengobatan gratis untuk warga korban tambang khususnya di Buyat pante (Lakban) Ratatotok Timur Kab. Minahasa Selatan, dan dari hasil pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa 93 orang yang diteliti menunjukkan keluhan atau penyakit yang diderita seperti sakit kepala, batuk, beringus, demam, gangguan daya ingat, sakit perut, sakit maag, sesak napas, gatal-gatal dan lain-lain. Diagnosa yang disimpulkan oleh dr Jane Pangemanan, adalah warga Buyat Pantai menderita keracunan logam berat. Keracunan yang di derita warga desa Buyat Pantai ini, ternyata sudah dibuktikan oleh penelitian seorang Dosen Fakultas Perikanan Ir. Markus Lasut MSc, dimana pada bulan Februari 2004, dari hasil penelitian terhadap 25 orang (dengan mengambil rambut warga) terbukti bahwa, 25 orang tersebut sudah ada kontaminasi merkuri dalam tubuh mereka. Polemik tentang Penyakit akibat limbah NMR ini berkembang menjadi tajam, karena pihak Pemerintah dan Dinas Kesehatan terang-terangan membela PT. NMR dengan mengatakan tidak ada pencemaran.
Pihak pemerintah didalamnya Menteri Negara Lingkungan Hidup menyelesaikan permasalahan ini memalui jalur non – litigasi  terhadap PT. NMR dengan meminta ganti kerugian sebesar  124 juta dolar AS sebagai ganti rugi akibat turunnya mutu lingkungan dan kehidupan warga Buyat yang menjadi korban akibat kegiatan tambang newmont. Pihak  PT. NMR hanya sanggup membayar 30 juta dolar AS, dan penyelesaian melalui jalur non litigasi tersebut pun dianggap sebagai jalan keluar yang tepat.
Dilakukannya penyelidikan kasus dengan pengambilan sampel air limbah yang dihasilkan oleh PT. NMR dan sampel pada perairan yang tercemar, setelah itu di analisis oleh Dinas terkait dalam hal ini bisa dilakukan oleh Baban pengolahan lingkungan daerah Sulawesi Utara ataupun Dinas kesehatan daerah di sana. Hasil uji sampel yang diperoleh, apabila parameter air limbah pada sampel limbah cair di PT. NMR sama dengan  parameter air limbah pada sampel air yang tercemar, pemerintah dapat menjerat PT.NMR  dengan perkara pelanggaran perizinan yaitu berupa pelanggaran terhadap syarat izin usaha yang diindikasikan dengan pelanggaran terhadap RKL/RPL, pelanggaran terhadap izin pengolahan tailing sebagai limbah B3 dan pelanggaran izin pembuangan limbah tambang ke laut. Dari pelangaran-pelanggaran diatas maka pemerintah wajib mengeluarkan sangsi berupa teguran tertulis. Dalam kurun waktu maksimal tiga bulan apabila belum ada perbaikan maka pemerintah dapat memberikan sangsi yang kedua yaitu berupa pencabutan izin  pengoprasian peralatan pabrik, dan paksaan untuk mengatasi pencemaran lingkungan perairan di Teluk Buyat. Dalam kurun waktu tertrntu apabila PT. NMR tidak melakukan upaya dalam memperbaiki kualiatas perairan Teluk Buyat yang mana ditentukan pemerintah terkait, maka pemerintah dapat melakukan pencabutan izin beroperasi dan paksaan untuk memperbaiki pencemaran lingkungan perairan di Teluk Buyat serta uang paksa untuk mengganti kerugian kesehatan masyarakat minahasa Sulawesi Utara yang diakibatkan oleh pencemaran air limbah PT.NMR. Bila PT.NMR masih tetap beroperasi maka perkara ini beralih menjadi perkara pidana yang nama diselesaikan dipengadilan.
SUMBER:
http://agussuyanti.blogspot.com/2014/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

DEFINISI PENGETAHUAN LINGKUNGAN


        Pengetahuan lingkungan merupakan pengetahuan yang mengkaji hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya dalam hubungannya dengan dampak kehidupan manusia serta berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pengertian lain mengenai pengetahuan lingkungan yaitu cabang ilmu dasar dengan fokus utama perlindungan lingkungan dari kemungkinan terjadinya kerusakan sebagai akibat dari dampak negatif aktivitas manusia. Pengetahuan lingkungan juga dapat diartikan sebagai IPTEK yang mempelajari tentang proteksi lingkungan dari penyebab potensial aktivitas manusia, proteksi masyarakat dari pengaruh yang merugikan, dan peningkatan kualitas lingkungan untuk kesehatan serta kehidupan yang layak bagi manusia. Sementara ada ahli yang memasukkan pengetahuan lingkungan ini ke dalam lingkup ilmu pengetahuan (science) namun ada pula yang memasukkan ke dalam lingkup pengetahuan (knowledge) dimana masing-masing memiliki alasan tersendiri.
Menurut St. Munajat Danu Saputra dalam Darsono, lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan tingkat perbuatannya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. Tiga tujuan utama dari mempelajari Pengetahuan Lingkungan adalah untuk memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar tentang manusia dan lingkungannya, untuk mengetahui  dasar-dasar kemampuan untuk melakukan analisis mengenai permasalahan lingkungan aktual baik yang terjadi di tingkat lokal, regional ataupun global, dan untuk  memahami  contoh-contoh solusi alternatif tentang bagaimana mengatasi permasalahan lingkungan melalui pendekatan ekologis dan penerapan teknologis.
SUMBER:
http://vhied-arianii.blogspot.com/2012/06/pentingnya-mempelajari-pengetahuan.html










Kamis, 22 Januari 2015

BAB III PROPOSAL PENULISAN

BAB III
METODOLOGI PENULISAN


3.1       Data dan Sampel
      Data dan sampel merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam melakukan proses penelitian. Data merupakan kumpulan fakta-fakta yang biasa digunakan untuk acuan dalam pengambilan keputusan, dimana data tersebut biasanya didapat dari informasi-informasi yang dilakukan secara langsung. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa sampel yang dapat mewakili populasi, untuk itu melalui sampel pengambilan data dapat dilakukan secara mudah.
            Pada penelitian ini tidak menggunakan teknik penggunaan sampel karena pembuatannya tidak memerlukan sampel. Produk yang dibuat dalam penelitian kali ini adalah quote, dimana quote ini digunakan untuk digantung di dinding sebagai visual display yang memberikan motivasi kerja. Data-data yang terkait dalam pembuatan quote ini adalah ukuran-ukuran dan jarak huruf yang didapatkan adalah berdasarkan jarak pandang visual sejauh 5 meter. Tinggi huruf besar yang digunakan adalah 25 mm, lebar huruf besar 16,67 mm, tebal huruf besar 4,17 mm, tinggi huruf kecil 16,67 mm, lebar huruf kecil 11,11 mm, dan tebal huruf kecil 2,78 mm. Jarak antar dua huruf adalah sebesar 6,25 mm, jarak antar dua kata sebesar 16,67 mm, dan jarak antar baris antar kalimat sebesar 16,67 mm.  Kalimat yang merupakan isi dari quote ini yaitu “Utamakan Kerja Cerdas dengan Manajemen Waktu yang Baik“. Ukuran bingkai yang digunakan untuk quote ini yaitu 30 cm x 28,5 cm dan kertas yang digunakan adalah kertas karton. Produk ini nantinya akan digantung di dinding pada suatu ruangan, yaitu dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada pekerja agar pekerja dapat bekerja lebih baik. Quote ini didesain dengan kombinasi warna latar dan tulisan agar lebih terlihat menarik dan jelas untuk dilihat.Warna latar untuk background yaitu biru, sedangkan tulisannya berwarna putih.

3.2       Flowchart Penulisan
            Metode yang digunakan dalam pembuatan produk dapat digambarkan dengan menggunakan flowchart. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam pembuatan produk quote.
Gambar 3.1 Flowchart Pembuatan Penulisan
            Berdasarkan flowchart di atas, langkah pertama yang dilakukan untuk melakukan pembuatan produk yaitu menentukan produk yang akan dibuat. Produk yang akan dibuat yaitu quote. Quote ini digunakan untuk digantung di dinding sebagai visual display dan memberikan pesan kepada manusia agar selalu termotivasi dalam bekerja. Quote dipilih karena dapat menyampaikan informasi atau pesan yang jelas dan tidak membingungkan pada orang yang melihatnya, serta merupakan display yang sederhana dan berukuran kecil sehingga mudah dalam perancangannya. Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan alat. Alat yang diperlukan yaitu alat tulis, mistar, dan kertas untuk menentukan ukuran serta merancang produk, dan juga software CorelDraw untuk mendesain serta merancang produk. Mengidentifikasi masalah adalah langkah selanjutnya. Diperlukan suatu identifikasi masalah penempatan dan isi display agar produk yang dirancang dapat dikatakan sebagai display yang baik, sehingga pesan yang dimaksud dapat tersampaikan. Jarak pandang visual perlu ditentukan untuk mendapatkan ukuran-ukuran dan jarak huruf, serta penentuan warna dan desain agar display tersebut terlihat menarik.
            Langkah berikutnya yaitu merancang produk display. Proses perancangan produk display quote yaitu dengan menentukan tipe-tipe perancangan yang digunakan, prinsip-prinsip perancangan, ukuran-ukuran huruf, jarak huruf, dan gambar dari ukuran huruf. Perancangan yang dilakukan harus memenuhi kriteria pembuatan display, yaitu dapat dideteksi keberadaannya, dapat dilihat atau dibaca, dan dapat dipahami sesuai dengan pesan yang disampaikan. Display yang belum memenuhi kriteria, maka dilakukan kembali penentuan jarak pandang visual, warna, dan desain yang digunakan. Display yang telah memenuhi kriteria selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kesesuaian dari tipe-tipe dan prinsip-prinsip yang digunakan, serta ukuran-ukuran huruf, jarak huruf, dan warna diplay yang telah memenuhi display yang baik. Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah diperlukan perbaikan rancangan, jika diperlukan maka kembali ke langkah menentukan jarak pandang visual, warna, dan desain yang digunakan, jika tidak maka dapat dilakukan pembuatan produk display. Langkah terakhir dalam pembuatan produk quote ini adalah merapihkan alat.

Kamis, 27 November 2014

IDENTIFIKASI MASALAH

Pada penelitian ini tidak menggunakan teknik penggunaan sampel karena pembuatannya tidak memerlukan sampel. Produk yang dibuat dalam penelitian kali ini adalah quote, dimana quote ini digunakan untuk digantung di dinding sebagai visual display yang memberikan motivasi kerja. Kalimat yang merupakan isi dari quote ini yaitu “Utamakan Kerja Cerdas dengan Manajemen Waktu yang Baik“. Ukuran bingkai yang digunakan untuk quote ini yaitu 30 cm x 28,5 cm dan kertas yang digunakan adalah kertas karton. Produk ini nantinya akan digantung di dinding pada suatu ruangan, yaitu dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada pekerja agar pekerja dapat bekerja lebih baik. Quote ini didesain dengan kombinasi warna latar dan tulisan agar lebih terlihat menarik dan jelas untuk dilihat. Warna latar untuk background yaitu biru, sedangkan tulisannya berwarna putih.
Proses perancangan display quote yaitu dengan menentukan tipe-tipe perancangan yang digunakan, prinsip-prinsip perancangan, ukuran-ukuran huruf, jarak huruf, warna, dan gambar dari ukuran huruf. Tipe display yang digunakan berdasarkan tujuannya adalah display khusus, berdasarkan informasinya adalah display tidak langsung, berdasarkan lingkungannya adalah display statis, dan berdasarkan panca indera merupakan visual display. Prinsip untuk mendesain quote yaitu proximity, similarity, dan symmetry. Kalimat yang merupakan isi dari quote ini yaitu “Utamakan Kerja Cerdas dengan Manajemen Waktu yang Baik“. Ukuran bingkai yang digunakan untuk quote ini yaitu 30 cm x 28,5 cm, sehingga disesuaikan dengan jarak pandang visual, yaitu sejauh 5 meter atau 5000 mm.
        Ukuran-ukuran dan jarak huruf yang didapatkan adalah berdasarkan jarak pandang visual sejauh 5 meter. Tinggi huruf besar yang digunakan adalah 25 mm, lebar huruf besar 16,67 mm, tebal huruf besar 4,17 mm, tinggi huruf kecil 16,67 mm, lebar huruf kecil 11,11 mm, dan tebal huruf kecil 2,78 mm. Jarak antar dua huruf adalah sebesar 6,25 mm, jarak antar dua kata sebesar 16,67 mm, dan jarak antar baris antar kalimat sebesar 16,67 mm. Ditentukan jarak padang visual sejauh 5 meter dengan tujuan untuk mempermudah dalam membaca display dan juga untuk memenuhi kriteria pembuatan display, yaitu dapat dideteksi keberadaannya, dapat dilihat atau dibaca, dan dapat dipahami sesuai dengan pesan yang disampaikan. Penentuan jarak visual juga dikarenakan display tidak ditempatkan di ruangan yang besar ataupun untuk menarik pusat perhatian, sehingga jarak visualnya hanya 5 meter. Perancangan yang dilakukan adalah dengan menempatkan kata per barisnya pada posisi center (tengah). Hal ini dimaksudkan agar display terlihat rapih dan mudah dibaca. Produk didesain dengan kombinasi warna latar dan tulisan agar lebih terlihat menarik dan jelas untuk dilihat. Warna latar untuk background yaitu biru, sedangkan tulisannya berwarna putih. Kombinasi warna yang digunakan tidak lebih dari 3 warna agar tidak membuat kelelahan mata dan isi pada display pun tetap terlihat jelas.
          Prinsip untuk mendesain quote yaitu proximity, similarity, dan symmetry. Prinsip proximity digunakan karena quote disusun berdasarkan kedekatan elemen huruf setiap barisnya. Isi quote tersebut tersusun atas 5 baris yang berupa susunan kalimat, sehingga display tersebut dapat dimengerti sebagai sebuah susunan kalimat tanpa harus melihat dengan jelas. Prinsip similarity digunakan karena kombinasi warna pada display yang tidak lebih dari 3 warna, yaitu warna biru sebagai latar dan warna putih sebagai tulisan. Elemen huruf pada display merupakan suatu kesatuan dalam konsep warna. Prinsip symmetry digunakan karena terdapat keseimbangan tulisan yang terletak di tengah, sehingga isi dari display dapat terlihat jelas karena simetrikal. Tipe display yang digunakan berdasarkan tujuannya adalah display khusus, karena produk ini hanya dapat diletakkan pada tempat-tempat tertentu, seperti kantor, pabrik, dan sebagainya. Display ini juga ditujukan kepada para pekerja agar pekerja dapat termotivasi untuk bekerja lebih baik. Informasi yang didapat dari produk ini berbentuk display tidak langsung, yaitu menunjukkan informasi atau pesan berupa motivasi kerja melalui sebuah kalimat dan tidak secara langsung disampaikan. Produk ini juga merupakan display statis karena isinya tidak berubah berdasarkan waktu. Berdasarkan panca indera display ini merupakan visual display karena hanya ditujukan untuk dilihat atau dibaca menggunakan indera penglihatan yaitu mata dan hanya dapat diketahui informasinya dengan melihat display tersebut.

Sabtu, 01 November 2014

PEMBAHASAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN


 1.1      Latar Belakang Masalah
Manusia dalam melakukan pekerjaannya selalu membutuhkan informasi, dimana informasi tersebut membantu manusia dalam melakukan suatu pekerjaan. Informasi bisa didapatkan dengan cara interaksi antar manusia maupun manusia dengan lingkungannya. Interaksi antar manusia dapat dilakukan secara langsung, tetapi interaksi antara manusia dengan lingkungannya tidak dapat dilakukan secara langsung, sehingga dapat menyebabkan kebingungan saat melakukan aktivitas. Menanggapi hal tersebut maka manusia memerlukan suatu alat peraga yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungannya sehingga manusia dapat memperoleh informasi.
Alat peraga yang dimaksud adalah display. Display adalah bagian dari lingkungan yang memberikan informasi kepada pekerja agar tugas-tugasnya menjadi lancar. Display yang beredar saat ini tidak seimbang antara faktor kesan dan fungsional sehingga dapat menyebabkan kesalahan dalam membaca display, kelambatan dalam menginterpretasikan data yang menyebabkan berbagai jenis resiko dan kecelakaan kerja, maka untuk meminimalisir hal tersebut dibutuhkan rancangan suatu alat peraga yang sesuai dengan prinsip dan disiplin ilmu ergonomi.
Pengaplikasian pada display ini adalah merancang quote. Alasan merancang quote karena belum memenuhi standar pembuatan display yang baik seperti jarak visual, komposisi warna, dan kombinasi warna sehingga informasi yang disampaikan belum dimengerti dan dipahami oleh manusia. Harapannya yaitu agar display yang telah dirancang sesuai dengan prinsip dan disiplin ilmu ergonomi sehingga dapat menyampaikan informasi secara jelas dan tepat.

 1.2      Rumusan Masalah
Terdapat beberapa perumusan masalah pada penelitian ini. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana merancang sebuah quote yang baik sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh manusia, sehingga dapat memperoleh informasi dari quote tersebut.

            1.3      Batasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan untuk membatasi permasalahan yang ada, agar tidak menyimpang dari penelitian yang sedang dipelajari. Pembatasan masalah dari display adalah sebagai berikut:
1.        Produk yang dirancang berupa quote.
2.        Quote yang dirancang berukuran 30 x 28,5 cm

            1.4       Tujuan Penelitian
Terdapat tujuan yang ditetapkan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian display diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui tipe-tipe dari display yang dibuat yaitu quote.
2.      Mengetahui prinsip-prinsip dari display yang dibuat yaitu quote.
3.      Mengetahui ukuran huruf dan warna yang digunakan pada pembuatan display yaitu quote.

            1.5      Manfaat Penelitian
Terdapat beberapa manfaat penelitian pada penulisan ini. Berikut ini merupakan manfaat penulisan dari penelitian yang tlah dilakukan.
1.        Mengulang informasi dalam format atau bentuk yang berbeda.
2.        Memotivasi para pembaca.
3.        Mengarahkan perhatian para pembaca.

            1.6      Kerangka Pikir Penelitian
Kerangka pikir penelitian adalah merupakan gambaran mengenai hubungan antar variabel dalam suatu penelitian yang diuraikan oleh jalan pikiran menurut kerangka logis. Berikut ini merupakan kerang pikir penelitian.
        




Jumat, 10 Oktober 2014

FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia atau philosophos. Philos atau philein berarti teman atau cinta, dan shopia shopos kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah atau berarti. Filsafat berarti juga mater scientiarum yang artinya induk dari segala ilmu pengetahuan. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (Arab), philosophie (Prancis, Belanda dan Jerman), serta philosophy (Inggris). Dengan demikian filsafat berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (menjadi kata sifat) bisa berarti teman kebijaksanaan (kata benda) atau induk dari segala ilmu pengetahuan. Berikut ini adalah beberapa definisi tentang filsafat menurut para ahli filsuf.
a.   Phytagoras (572-497 SM) ditahbiskan sebagai orang pertama yang memakai kata philosopia yang berarti pecinta kebijaksanaan (lover of wisdom) bukan kebijaksanaan itu sendiri.
b. Plato (427-347 SM) mengartikannya sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika.
c.    Aristoteles (382–322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang kebenaran.
d.  Al-Farabi (870–950) mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan hakekat alam yang sebenarnya.
e.  Descartes (1590–1650) mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan tentang tuhan, alam dan manusia.
f.  Immanuel Kant (1724 –1804) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Menurut kant ada empat hal yang dikaji dalam filsafat yaitu: apa yang dapat manusia ketahui? (metafisika), apa yang seharusnya diketahui manusia?(etika), sampai dimana harapan manusia? (agama) dan apakah manusia itu? (antropologi).
Berfilsafat dapat diartikan juga sebagai berfikir. Ada 4 cara berfikir filsafat, yaitu radikal: berarti berfikir sampai ke akar permasalahannya, sistematik: berfikir yang logis sesuai aturan langkah demi langkah serta penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab, universal: berfikir secara menyeluruh tidak terbatas pada bagian tertentu tetapi mencakup seluruh aspek, spekulatif: berfikir spekulatif terhadap kebenaran yang perlu pengujian untuk memberikan bukti kebenaran yang difikirkannya.
Filsafat juga memiliki cabang-cabang dalam berbagai aspek yang menjadi objek untuk difikirkan. Cabang-cabang tersebut antara lain, logika (hal yang benar dan salah), etika (hal yang baik dan buruk), estetika (hal yang indah dan jelek), metafisika (hakekat keberadaan zat, pikiran, dan kaitannya), politik (organisasi pemerintahan yang ideal), epistemologi (filsafat pengetahuan), etika (filsafat moral), estetika (filsafat seni), metafisika, politik (filsafat pemerintahan), filsafat agama, filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat matematik.
Setelah membahas tentang fisalfat, maka selanjutnya akan dibahas tentang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris sciene, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui.Pertumbuhan selanjutnya pengertian ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.
Pengertian ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu. dalam kata lain dapat kita ketahui definisi arti ilmu yaitu sesuatu yang didapat dari kegiatan membaca dan memahami benda-benda maupun peristiwa.
The Liang Gie (1987) (dalam Surajiyo, 2010) memberikan pengertian ilmu adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.
Ilmu pengetahun juga memiliki ciri-ciri, diantaranya yaitu empiris: pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan, sistematis: berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan. pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur, objektif: ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi, analitis: pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok soalnya kedala bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu, dan verifikatif, dapat diperiksa kebenaranya oleh siapapun juga.
Dengan dipahaminya ilmu pengetahuan, berikut ini akan dibahas tentang filsafat ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu pengetahuan merupakan ilmu pengetahuan yg mengkaji secara kritis tentang ciri, cara kerja, dan paradigma pengetahuan , proses keilmiahan serta implikasinya dan terkait tanggung jawab ilmuwan. Objek filsafat ilmu pengetahuan secara umum yaitu pengetahuan, sedangan secara khusus yaitu proses kerja atau kegiatan ilmah yang terkait dengan proses metodologi. Filsafat ilmu pengetahuan memiliki beberapa kegunaan, yaitu menumbuhkan sikap kritis peneliti dalam mengamati berbagai problem penelitian dan mengatasi situasi keilmiahan, memiliki kemampuan analisis secara komprehensif, mendalam (kritis), sintesis dan rekontruksi dalam permasalahan ilmiah, serta memiliki sikap arif dan tanggung jawab moral  dalam kemajuan iptek secara global (ketika terjadi penerapan iptek di tengah masyarakat).

SUMBER: