Kamis, 31 Oktober 2013

ILMU SOSIAL DASAR

A.   INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

·          Pertumbuhan Penduduk

1.  Pengertian Individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu individium yang artinya tidak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Maka dapat disimpulkan individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

2.     Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain. Maka dapat disimpulkan pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta tinggi  yang bersifat tidak dapat kembali pada keadaan semula.

3.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk,
antara lain:
1)    Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2)    Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik pasti akan membawa kebaikan bagi penghuninya, sehingga menyebabkan hubungan antar individu berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian yang baik pula. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan yang baik antar individu maka akan tercipta keadaan yang tidak baik pula.
3)    Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

·        Fungsi Keluarga

1.     Pengertian Keluarga
Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk.
2.     Fungsi Keluarga, Individu, dan Masyarakat
Keluarga adalah unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri dan anak-anak. Anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat dan mengenal arti diri sendiri dan kemudian belajar melalui pengenalan itu. Beberapa fungsi keluarga diantaranya sebagai berikut:
1)    Fungsi Pengaturan Keturunan
2)    Fungsi Sosialisasi atau Pendidikan
3)    Fungsi Ekonomi atau Unit Produksi
4)    Fungsi Pelindung
5)    Fungsi Penentu Status
6)    Fungsi Pemeliharaan
7)    Fungsi Afeksi
3.     Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Kata masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa arab yaitu musyarak. Umumnya istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

·        Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyarakat

1.     Makna Individu
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi yang khas menurut corak kepribadiannya termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.
2.     Makna Keluarga
Keluarga adalah kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial didalam masyarakat yang cukup majemuk.
3.     Makna Masyarakat
Masyarakat merupakan sekelompok manusia saling berinteraksi yang memiliki prasaran untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterkaitan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat melihat hasil dari proyeksi tersebut.
4.     Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Aspek individu, keluaraga, dan masyarakat adalah aspek-aspek yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara dipihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media dimana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat sekitar. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paking besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedangkan masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu toalk ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

·        Urbanisasi

1.     Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perubahan masyarakata dan kawasan dalam suatu wilayah non-urban menjadi urban. Secara parsial hal ini dikatakan sebagai suatu proses diferensiasi dan spesifikasi pemanfaatan ruang dimana lokasi tertentu menerima bagian pemukim dan fasilitas yang tidak proporsional.
2.     Proses Terjadinya Urbanisasi
Pertama, pemerintah berkeinginan untuk sesegera mungkin meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk daerah perkotaan akan berkaitan erat dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara. Data memperlihatkan bahwa suatu negara atau daerah dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi, juga memiliki tingkat urbanisasi yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Negara-negara industri pada umumnya memiliki tingkat urbanisasi di atas 75 persen. Bandingkan dengan negara berkembang yang sekarang ini. Tingkat urbanisasinya masih sekitar 35 persen sampai dengan 40 persen saja.
Kedua, terjadinya tingkat urbanisasi yang berlebihan, atau tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada penduduk itu sendiri. Ukuran terkendali atau tidaknya proses urbanisasi biasanya dikenal dengan ukuran primacy rate, yang kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik kota terbesar pada suatu negara atau wilayah terhadap kota-kota di sekitarnya. Makin besar tingkat primacy menunjukkan keadaan yang kurang baik dalam proses urbanisasi. Sayangnya data mutahir mengenai primacy rate di Indonesia tidak tersedia.

B.   PEMUDA DAN SOSIALISASI

1.     Pengertian Pemuda
Pemuda adalah satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karena pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
2.     Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. jadi dapat disimpulkan sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
3.     Proses Sosialisasi
Proses sosialisasi adalah cara-cara berhubungan orang perseorang dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem, serta bentuk-bentuk hubungan. Atau sebagai pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama yang mencakup berbagai aspek kehidupan. George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1)    Tahap Persiapan
2)  Tahap Meniru
3)  Tahap Siap Bertindak
4)  Tahap Penerimaan Norma Kolektif
4.     Peran Sosial Pemuda dalam Masyarakat
Pemuda adalah tulang punggung masyarakat. Generasi tua memiliki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat. Sejarah membuktikan, bahwa perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah Pemuda, Proklamasi, Pemberantasan PKI, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya diktator Soeharto dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum muda. Kaum muda pula yang selalu memberikan umpan baik yang kritis terhadap pongahnya kekuasaan.
5.     Masalah Generasi Muda
     Berikut beberapa masalah yang sering terjadi pada generasi muda di Indonesia saat ini:
     a. Menurunkan jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan               masyarakat, termasuk jiwa pemuda
     b. Ketidakpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
     c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas                     pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal
     d. Kekurangan lapangan dan kesmpatan kerja serta tingginya tingkat                    pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda                mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat          kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat                      menimbulkan berbagai problem sosial lainnya
    e. Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan dan                    pertumbuhan
    f. Masih banyaknya perkawinan dibawah umur
    g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral
    h. Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja
    i. Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda
6.  Potensi-potensi Generasi Muda
   Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
a.     Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.
b.     Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.
c.      Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.
d.     Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
e.      Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f.       Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g.     Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
h.     Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman.
i.       Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.
j.       Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.

SUMBER: 


Sabtu, 28 September 2013

ILMU SOSIAL DASAR

A.   PENDAHULUAN
1.     Definisi Ilmu Sosial Dasar
Ilmu yang mempelajari masalah-masalah sosial dalam kehidupan masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia.

2.     Tujuan Mempelajari Ilmu Sosial Dasar
Ø  Menyadarkan mahasiswa bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks.
Ø  Memahami adanya masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
Ø  Peduli terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.

3.     Tiga Kelompok Ilmu Pengetahuan
Ø  Ilmu pengetahuan alam
Istilah yang digunakan pada rumpun ilmu dimana objeknya berupa benda-benda alam dengan hukum-hukumnya yang pasti dan umum.
Ø  Ilmu pengetahuan sosial
Ilmu yang mempelajari tentang aspek-aspek dimana berhubungan dengan manusia dan lingkungannya. Ilmu ini menekankan pada penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia. 
Ø  Ilmu pengetahuan budaya
Ilmu yang mempelajari cara hidup sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi kegenerasi.

4.     Perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Dasar
Ø  Ilmu sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan ilmu pengetahuan sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual
Ø  Ilmu sosial dasar merupakan salah satu matakuliah tunggal, sedangkan ilmu pengetahuan sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
Ø  Ilmu sosial dasar diberikan di perguruan tinggi, sedangkan ilmu pengetahuan sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjut.

5.     Persamaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Dasar
Ø  Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari masalah sosial
Ø  Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
Ø  Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan

6.     Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Ilmu sosial dasar terdiri atas masalah-masalah untuk ditelaah masalah-masalah sosial, hendaknya kita terlebih dahulu dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami konsep sosial. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1)       Kenyataan-kenyataan sosial yang terdapat dimasyarakat yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial
2)       Konsep-konsep sosial tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi oleh konsep dasar saja yang sangat dipelurkan untuk mempelajari masalah-masalah sosial.
3)       Masalah-masalah sosial yang timbul biasanya terkait dalam kenyataan-kenyataan sosial antara yang satu dengan yang lainnya

B.   Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
1.     Perkembangan pendudukan dunia
Tahun
Jumlah penduduk
Perkembangan pertahun
1830
1 milyard
-
1930
2 milyard
1%
1960
3 milyard
1,7%
1975
4 milyard
2,2%
1987
5 milyard
2%
1996
6 milyard
2%
2006
7 milyard
2%

2.     Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
Ø  Kelahiran
Kelahiran bisa cepat dikarenakan teknologi kesehatan, maka kenaikan penduduk pun akan melonjak drastis karena bertumbuhnya angka kelahiran.
Ø  Kematian
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan menghitung besarnya angka kematian. Banyaknya kematian dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian.
Ø  Migrasi
Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang berarti perpindahan penduduk melewati batas negara ke negara lain, sedangkan migrasi internal merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada wilayah satu negara saja.

3.     Rumus Kematian Kasar
Angka kematian kasar ialah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu. Rumus: CDR = D/P x K
Dimana:
CDR = angka kematian kasar
D = jumlah kematian pada tahun tertentu
P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = bilangan konstan 1000

4.     Rumus Kematian Khusus
Angka kematian khusus ialah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000 penduduk pada golongan umur terentu dalam waktu satu tahun. Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Dimana:
ASDRx = angka kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = jumlah kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = jumlah penduduk pada umur tertentu
5.     Pengertian Imigrasi
Imigrasi ialah perpindahan penduduk dari suatu tempat ketempat lainnya dan untuk menetap. Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah kedaerah lain.

6.     Macam-macam Migrasi
Ø  Migrasi internasional
1)      Imigrasi: masuknya penduduk kesuatu negara
2)      Emigrasi: keluarnya penduduk kenegara lain
3)      Remigrasi: kembalinya penduduk kenegara lain
Ø  Migrasi nasional
1)      Urbanisasi: perpindahan penduduk dari desa ke kota
2)      Transmigrasi: perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau lainnya
3)      Ruralisasi: perpindahan penduduk dari kota ke desa
4)      Evakuasi: perpindahan penduduk dari tempat yang tidak aman ketempat yang aman

7.     Proses-proses Migrasi
Ada 3 cara proses migrasi, yaitu:
Ø  Proses migrasi yang menetap disuatu wilayah
Ø  Proses migrasi yang hanya sementara ditempat tersebut dan sewaktu-waktu kembali ketempat asalnya
Ø  Hanya sekedar berlibur ditempat tersebut

8.     Akibat Migrasi
Ø  Terjadinya suatu pertikaian didalam suatu kota akibat banyaknya perbedaan
Ø  Lahan penghijauan semakin sedikit karena dibuatnya perumahan
Ø  Lahan pekerjaan yang semakin sempit karena banyaknya orang yang menetap dikota migrasi dengan mencari uang
Ø  Area kuburan yang semakin sempit juga akibat lahan digunakan untuk membuat mall, jalan raya besar, dan fasilitas lainnya



9.     Tiga Jenis Struktur Penduduk
Ø  Piramida penduduk muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada kematian.
Ø  Piramida stasioner
Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kematian yang tidak terlalu tinggi.
Ø  Piramida penduduk tua
Piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian yang kecil.

10.             Piramida Penduduk Stasioner, Muda, dan Tua
Ø  Piramida penduduk stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kematian dan kelahiran yang sama-sama rendah
Ø  Piramida penduduk muda
Suatu wilayah yang memiliki angka kematian yang tinggi dan kematian yang rendah daerah dearah mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat
Ø  Piramida penduduk tua
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah.

11.             Perkambangan Budaya di Indonesia
Perkembangan kebudayaan di Indonesia dibagi menjadi 3 zaman atau masa kebudayaan, yaitu:
1)      Zaman batu sampai zaman logam
Berdasarkam pendapat dari para ahli, zaman batu terdapat menjadi zaman batu tua dan zaman batu muda. Perbedaan dari keduanya adalah pada zaman batu muda kehidupan sudah mentap dan adanya revolusi alat-alat keperluan untuk penunjang kehidupan karena mereka memiliki kepandaian untuk mengecor atau mencairkan logam dari biji. Kepandaian yang dimiliki pada zaman batu muda itulah yang menjadi awal mula zaman logam

2)      Kebudayaan hindu dan budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 hindu masuk ke Indonesia, perpaduan anatara kebudayaan setempat berlangsung mantap. Dan pada abad ke-5 budah masuk ke Indonesia. Ajaran budha lebih maju karena tidak menghendaki adanya kasta-kasta dimasyarakat. Tetapi kedua agama itu berkembang berdampingan secara damai.
3)      Kebudayaan islam
Pada abad ke-15 dan ke-16 agama islam dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka islam. Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang penganutnya sebagian besar dari penduduk Indonesia.

12.             Perkembangan Budaya Barat
Kebudayaan barat yang banyak diambil dari Indonesia pada era sekarang adalah dari segi makanan. Westrenisasi membuat kebudayaan barat banyak mempengaruhi salah satunya adalah dengan banyaknya restaurant yang menyediakan makanan-makanan khas amerika. Makanan ini telah mengubah gaya hidup masyarakat indonesia.

SUMBER: